Kuliner Seram di Kota Pekalongan Lontong Tahu Dunia Lain Muncul Saat Tengah Malam

Mafrudin sedang melayani pelanggan menjelang tengah malam di Jalan Jawa Kota Pekalongan, Jum’at (5/4).

PEMBURUNEWS.COM, KOTA PEKALONGAN – Kuliner di Kota Pekalongan ini dinamakan ‘Lontong Tahu Dunia Lain’, bukan tanpa sebab tapi memang kenyataannya seperti itu. Usut punya usut penamaan seram itu tidak ada hubungannya dengan makanan mahluk halus atau alam yang khusus dihuni oleh mahluk astral.

“Dinamakan lontong tahu dunia lain karena jam mulai berjualannya menjelang tengah malam,” terang Mafrudin (60) mengawali cerita kepada awak media di awal April 2025.

Kakek dua cucu itu mengaku sudah berjualan lontong tahu lebih dari 30 tahun. Ia mulai membuka dagangannya pukul 23.00 malam hingga 04.00 pagi dan lokasi berjualannya ada di Jalan Jawa, tepatnya di sebelah barat SD Islam Kergon 02 Kota Pekalongan.

Mafrudin mengungkapkan alasan penamaan lontong tahu dunia lain agar lebih mudah dikenal dan diingat orang termasuk strategi berjualannya yang berbeda dari pedagang lontong tahu pada umumnya, yakni menjelang tengah malam.

“Saya ingin menciptakan pasar sendiri dengan berjualan lontong tahu di waktu tengah malam atau menjelang dini hari saat kebanyakan orang sudah tidur nyenyak,” katanya percaya diri.

Ia menuturkan awalnya konsep berjualan lontong tahu masih normal mulai sore dengan berkeliling komplek perumahan. Saat itu sekitar tahun 1994 namun saat pandemi Covid-19 mewabah di akhir 2019, dirinya tidak lagi bisa berjualan keliling.

“Nah untuk mengakali larangan beraktivitas terutama berjualan yang bisa mengumpulkan banyak orang akhirnya muncul ide berjualan di atas jam 10 malam,” ujarnya.

Lantas ia pun merintis dengan semangat berjualan lontong tahu menjelang tengah malam hingga akhirmya dikenal oleh banyak orang dan kini pelanggannya sudah menyebar bahkan hingga keluar kota.

“Selain pelanggan daerah sini, ada juga itu dari luar kota mampir seperti travel atau mbak-mbak LC (pemandu lagu). Kadang juga kalau ada yang mau keluar kota dan berangkatnya malam banyak juga yang datang untuk dibungkus,” jelasnya.

Bapak lima anak tersebut juga mengatakan semenjak berjualan tengah malam omsetnya naik drastis. Sekali berjualan bisa menghabiskan 50 porsi atau setara dengan Rp 750 ribu. Rinciannya untuk lontong 50 dan tahu putih 150 potong.

“Dulu awal jualan masih Rp 500 lalu Rp 2.500, sekarang satu porsi Rp 15 ribu. Ada yang standar dan ada yang istimewa pake telor,” sebutnya.

Mafrudin membeberkan sebelum berjualan lontong tahu sempat bekerja sebagai tenaga pengamanan atau sekuriti di pabrik tekstil, namun karena penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akhirnya keluar dan merintis berjualan lontong tahu.

“Jadi saat pertama jualan rugi karena belum bisa menentukan harga jual perporsi yang pas dan juga masih banyak pelanggan yang tidak menghabiskan lontong tahu yang dimakan. Mungkin waktu itu rasanya belum enak, lalu saya bertekad belajar meracik bumbu yang pas dan ketemulah sampai saat ini,” tukasnya.

Ia menyebut resep lontong tahu miliknya tidak ada yang istimewa dan rahasia alias sama dengan lontong tahu lainnya, hanya saja mungkin saat dimakan pada tengah malam rasanya menjadi enak, apalagi banyak yang merasa lapar saat begadang jadi terasa nikmat dan kenyang.

“Coba cek, nih tak kasih resepnya antara lain bawang putih, bawang merah, garam, kecap dan kacang goreng yang diulek dengan bumbu tadi,” urainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *